24 Jun 2011

mantra

sebagai manusia, aku memang tidak pernah akan puas atas limpahan rezeki material yang satu persatu Kau tiupkan untukku. setelah Kau kirimkan sepotong, aku meminta lagi potongan yang berikutnya. dan terus akan begitu. setelah Kau selama ini melindungi keluargaku, aku terus meminta keselamatan dan kesehatan bagi kami. apakah aku yang terlalu tamak, atau memang Kau karuniakan percikan sifat ini kepada setiap manusia. 
astaghfirullahal adziim


saat ini, aku mungkin berada di sebuah garis tepi dari bangun datar. jika aku terus melangkah ke tepi, aku bisa jadi mengangkat keluargaku atau mungkin juga menjatuhkan mereka ke dasar. apalagi jika aku salah melangkah. atau keterusan melangkah dan terjatuh sendirian. atau lebih baik aku tidak usah melangkah sama sekali ?


aku ingin terus melangkah, atau memang begitulah seharusnya. aku hanya ragu dan tidak menemukan arah. berjalan ke arahMu sudah pasti, karena pada akhirnya kehidupan ini berporos dan menuju padaMu. tapi saat ini aku sedang kehilangan pijakan dan benar benar membutuhkan pintu keluar. aku butuh sebuah bangun baru, dan tentu tidak ada penunjuk jalan terbaik selain penguasa peta sepertiMu..



aku hanya punya satu mantra terhebat titipan ibuku,
hashbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nasiir..

dan semoga mantra ini akan selalu dihatiku :)