27 Jun 2011

Labbaik Labbaik

Dering telepon, oleh beberapa orang dianggap sebagai sebuah kesempatan yang mungkin tidak bisa diulang kembali. Bahkan dosenku juga pernah bilang bahwa telepon yang berbunyi bernilai lebih berharga dibanding orang yang ada didepan mata kita, dan tentu saja tidak boleh dilewatkan.


Menurutku, mengumpamakan Allah sebagai orang yang menelepon adalah sebuah contoh yang baik dan mudah dipahami. Karena "panggilan" ini adalah kesempatan yang sangat berharga dan mungkin tidak terulang beberapa kali, Rasulullah juga berkata bahwa Allah hanya akan "memanggil" orang yang Dia kehendaki...


Allah hanya memanggil kita untuk tiga hal..
1) panggilan untuk shalat, melalui adzan
2) panggilan untuk ke baitullah, melalui kemampuan untuk haji / umrah
3) panggilan untuk bertemu Allah, melalui kematian


Adzan adalah panggilan yang akan selalu kita dengar, maka jawablah setiap panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang terbaik :) karena panggilan untuk berhaji tidak dikaruniakan kepada setiap orang, sedangkan bertemu Allah melalui kematian adalah sebuah kepasian.
Jawablah setiap panggilan dengan khusnul khatimah, insya Allah syurga balasannya...