1 Des 2012

untukmu

terima kasih.
terima kasih kau telah melahirkan seorang putra tangguh, yang tawa riangnya menarik narik kesabaranku menunggu waktunya pulang ke rumah atau kita yang berkunjung ke tempatnya. ia mewarisi sifat polosmu yang penuh dengan ketulusan, yang pernah ia wujudkan dalam anggukan menggemaskan yang mengiyakan saat ayam goreng kesukaannya dicicipi. dan ia juga mewarisi sifat jahilku yang sering menggodamu dan menjahilimu dengan kata-katanya hanya untuk sejenak tertawa dan berlari setelahnya - aku seharusnya minta maaf untuk hal ini.

tapi sayang, terima kasih kau telah besarkan putra kita dengan penuh rahim - seperti namamu, rahimah. keikhlasannya untuk bertahan sendirian di ruang ilmu yang memisahkan jarak kita berdua darinya sungguh menggetarkan persembunyian air mataku. sungguhkah ia setangguh itu? tapi jawabmu dalam pelukanku membulatkan doaku pada Allah, agar Ia jaga putra kecil kita, hingga tiga tahun ke depan untuk menempa diri menjadi khalifah bagi keluarga, dna orang-orang di sekitarnya kelak.

mari kekasihku, kita bersinergi dalam sujud dan mohonkan pada Allah, agar kelak Ia wariskan sifat baik dan penyayangmu padanya, dan hindarkan sifat burukku darinya.

terima kasih,
terima kasih kau telah melahirkan putra kita, yang insya Allah kelak akan memanjangkan amalan kita, bahkan hingga nanti, ketika tanganku menunggu genggaman tanganmu di ujung shiratal mustaqim....

ana uhibbuka fillah, ya habibah,
aku mencintaimu segenap syukurku, mi..
with love: abi.


~~~
(diterjemahkan dari tatapan abi yang bersyukur sembunyi sembunyi, saat apin dan umi sedang berbincang)