Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmat,
menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan di antara manusia ada yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan, Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya; dan Dia meletakkan gunung-gunung di muka bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan pada bumi segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahanmu selain Allah ?
Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
Dan sesungguhnya telah Kami berikan pesan kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.
Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusuinya selama dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kau miliki pengetahuan atas itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan bergaul lah dengan keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Luqman berkata:
“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasnya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang buruk dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya untuk kepentinganmu, Allah telah menundukkan apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang keesaan Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: ”Ikutilah apa yang diturunkan Allah“. Mereka menjawab: ”Tidak, kami hanya mengikuti apa yang bapak-bapak kami kerjakan“. Dan apakah mereka akan mengikuti bapak-bapak mereka walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala?
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada pangkal tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah segala urusan akan bertemu jalan keluar.
Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu akan Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka masuk ke dalam siksa yang keras.
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka:” Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? “Tentu mereka akan menjawab: ”Allah“. Katakanlah: "Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh laut sesudahnya, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu dari dalam kubur itu melainkan hanyalah seperti satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat lagi banyak bersyukur.
Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar."
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari dimana seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun.
Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula syaithan memperdaya kamu dalam mentaati Allah.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat;
dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.
Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
22 Agu 2011
12 Agu 2011
langit dan cahaya langit
"Naira, apa kau percaya pada takdir ?"
"Ha ? mm akuu.. Aku tidak tahu. Mungkin aku percaya"
"Aku percaya pada takdir. aku mempercayainya. Bagiku jika Tuhan berencana mempertemukan seseorang padamu, Ia akan menempuh berbagai jalan hingga kau bertemu dengan yang dikehendakiNya"
"Hmm, begitukah ?"
"Aku percaya begitu"
"Hmm berarti... Berarti jika Tuhan selalu memunculkan situasi berat itu dalam hari-hariku, berarti... Berarti ada yang ingin Dia pertemukan padaku ? Begitu ?"
"Hmm mungkin saja kan ?"
"Tapi siapa ? Apakah dia orang yang akan menyelesaikan semua masalahku ? Membantuku memangku beban-beban itu ??"
"Hmm mungkin saja kan ?"
"Hmm. Bolehkah aku tidak mempercayainya Kahfi ? Aku merasa tidak bertemu siapa-siapa selama ini. Setelah semua ini, aku memikul semua rasa ini sendiri. Aku hilang dan mencari jalan keluar sendiri. Hingga semua sakit ini nyaris tak terasa lagi... Yang kutemui untuk bersandar ya hanya kau. Kau yang kupercaya mendengar semuanya. Hmm atau mungkin Tuhan ingin aku bertemu denganmu agar aku semakin kuat menghadapi dunia ini?"
"Sepertinya bukan.." Kahfi tersenyum menatap langit yang bersih bercahaya
Kahfi melanjutkan "Sepertinya Tuhan ingin mempertemukanmu dengan... dengan dirimu yang baru"
Naira menoleh bingung "Aku yang baru ??"
"Ya, menurutku Tuhan menempuh semua jalan sulit itu, karena Dia ingin mempertemukan kau dengan jiwamu yang baru.. jiwa yang tabah mendengar keluh, yang kuat menghadapi benturan, dan jiwa yang tahu kemana menemukan jalan keluar saat hilang sendirian.." Kahfi menatap Naira yang kini memandangi hamparan rumput berkilau "Bagaimana menurutmu Nay ?"
"Mungkin aku bisa berusaha mempercayainya sekarang"
"Sepertinya kau harus, karena hidup seharusnya bahagia dan membahagiakan. Kau harus merasa bahagia, karena senyummu mungkin bisa membahagiakan hati seseorang"
Naira menoleh dan tersenyum ke arah Kahfi yang sedang menatap barisan awan "Hmm sepertinya aku bisa percaya yang itu. Aku mempercayainya. hahaha"
Kahfi tersenyum memandang wajah Naira yang dilukis langit
11.ags.2011 . 15.04
@ Rumah Cinta Zaika
27 Jun 2011
Labbaik Labbaik
Dering telepon, oleh beberapa orang dianggap sebagai sebuah kesempatan yang mungkin tidak bisa diulang kembali. Bahkan dosenku juga pernah bilang bahwa telepon yang berbunyi bernilai lebih berharga dibanding orang yang ada didepan mata kita, dan tentu saja tidak boleh dilewatkan.
Menurutku, mengumpamakan Allah sebagai orang yang menelepon adalah sebuah contoh yang baik dan mudah dipahami. Karena "panggilan" ini adalah kesempatan yang sangat berharga dan mungkin tidak terulang beberapa kali, Rasulullah juga berkata bahwa Allah hanya akan "memanggil" orang yang Dia kehendaki...
Allah hanya memanggil kita untuk tiga hal..
1) panggilan untuk shalat, melalui adzan
2) panggilan untuk ke baitullah, melalui kemampuan untuk haji / umrah
3) panggilan untuk bertemu Allah, melalui kematian
Adzan adalah panggilan yang akan selalu kita dengar, maka jawablah setiap panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang terbaik :) karena panggilan untuk berhaji tidak dikaruniakan kepada setiap orang, sedangkan bertemu Allah melalui kematian adalah sebuah kepasian.
Jawablah setiap panggilan dengan khusnul khatimah, insya Allah syurga balasannya...
Menurutku, mengumpamakan Allah sebagai orang yang menelepon adalah sebuah contoh yang baik dan mudah dipahami. Karena "panggilan" ini adalah kesempatan yang sangat berharga dan mungkin tidak terulang beberapa kali, Rasulullah juga berkata bahwa Allah hanya akan "memanggil" orang yang Dia kehendaki...
Allah hanya memanggil kita untuk tiga hal..
1) panggilan untuk shalat, melalui adzan
2) panggilan untuk ke baitullah, melalui kemampuan untuk haji / umrah
3) panggilan untuk bertemu Allah, melalui kematian
Adzan adalah panggilan yang akan selalu kita dengar, maka jawablah setiap panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang terbaik :) karena panggilan untuk berhaji tidak dikaruniakan kepada setiap orang, sedangkan bertemu Allah melalui kematian adalah sebuah kepasian.
Jawablah setiap panggilan dengan khusnul khatimah, insya Allah syurga balasannya...
5 Jun 2011
Cinta ♥ Sejati
Derap langkah ganas dari kaki - kaki orang Quraisy terdengar semakin dekat. tanpa disadari, tubuh tegap Abu Bakar mulai gemetar menyaksikan kaki para pemburu itu menjejak di atas kepalanya. dengan penuh ketakutan, ia pun berbisik kepada lelaki disebelahnya "Wahai rasulullah, jika mereka melihat ke kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua"
Lelaki tampan berwajah teduh disisinya mendengarkan seraya menatapnya penuh makna. tangan halus lelaki itu perlahan menepuk bahu Abu Bakar dan berkata "Jangan engkau kira kita hanya berdua. sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam, yaitu yang Maha Kuasa..."
Seketika ketenangan merayap di sekujur tubuh Abu Bakar. sama sekali ia tidak khawatir lagi terhadap keselamatan dirinya. kematian baginya bukan apa-apa, karena dia hanya lelaki biasa. sedangkan untuk lelaki tampan yang sama-sama sedang berlindung disisinya, keselamatannya berada di atas mati dan hidup dirinya sendiri. Hatinya mulai mengembara. bagaimana semesta akan menjadi jika tanpa penerang ? bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama ? bagaimana dunia tanpa cahaya penyampai wahyu ?
Tapi sungguh, sahabat karib disampingnya ini tidak gentar menghadapi tajamnya pedang pemburu Quraisy yang mampu merobek tubuh dan menumpahkan darahnya. sungguh lelaki ini tidak bimbang melawan runcingnya anak panah yang mampu menghujam setiap inci tubuhnya.
Baginda hanya takut Allah. Muhammad, ya Muhammad...
Ketika malam mulai larut, kedua sahabat karib itu bersepakat untuk bergiliran berjaga. Abu Bakar memandang wajah syahdu di hadapannya dalam hening. ia pandangi wajah itu dengan saksama. semakin yakinnya ia bahwa ia mencintai putera Abdullah itu.
Kelelahan yang menyiksa setelah perjalanan jauh, seketika lenyap tertelan kegelapan gua. wajah teduh di hadapannya benar benar meleburkan semua penat dalam dada. hanya ada satu kata yang tersemat dalam dadanya saat ini, CINTA !
Kemudian Muhammad SAW mendaratkan kepalanya di pangkuan sahabat tercintanya bagaikan anak kecil. matanya mulai terpejam. bagaikan seorang ibu, dengan hati hati Abu Bakar mengusap peluh di kening rasulullah. dalam senyap, ia masih tersenyum sepenuh kalbu, terpesona dalam pancaran cinta seseorang yang sedang beristirahat di pangkuannya. hatinya mengalunkan doa "Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya"
Seketika wajah Abu Bakar muram. dia teringat perbuatan orang-orang Quraisy yang memburu sahabat hatinya ini bagai memburu hewan buruan. pikirnya, bagaimana mungkin mereka begitu keji mengganggu cucu Abdul Muthalib yang begitu jujur dan amanah ini ? bagaimana mungkin ??
dalam dasar hati, sebuah azam tumbuh dan berkembang semerbak.
Tidak lama kemudian, datang seekor ular mendekati kaki Abu bakar. ia melihat dan memantaunya dengan penuh waspada. ingin sekali dalam hati untuk menarik kedua kakinya menjauhi binatang berbisa itu. namun, keinginannya dia hembuskan ke dinding gua, karena tak ingin dia mengganggu tidur lelap rasulnya.
Ular mematuk pergelangan kaki Abu Bakar. tapi ia membiarkannya dan memilih untuk tidak bergerak sedikitpun. ular tersebut pergi meninggalkannya, seolah tugas dari Allah telah selesai dikerjakannya. dalam keheningan, sekujur tubuhnya terasa memanas. bisa ular mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Abu Bakar pun menangis dalam diam.
Tanpa sengaja, titik air matanya terjatuh di pipi Rasulullah SAW. Abu Bakar seketika menghentikan tangisnya, dan sahabat tercintanya itu kemudia terjaga dan menatapnya bingung. seketika seisi gua dipenuhi percakapan mereka
"Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini?"
"Tentu saja tidak, saya ridha dan ikhlas mengikutimu kemanapun jua"
"Jadi, mengapakah engkau menggugurkan air matamu ?"
"Seekor ular baru saja menggigitku,wahai putera Abdullah, dan bisanya menjalar begitu cepat"
"Mengapa engkau tidak menghindarinya?"
"Aku khawatir akan mengejutkanmu yang sedang terlelap"
Dalam hatinya, Abu Bakar menyesal karena tidak dapat menahan air matanya yang menitik. sedetik kemudian, air mata itu bukan hanya menjadi milik Abu Bakar. mata Rasulullah mulai berkabut dan menggenang. Ah, betapa indah ukhuwah ini.
"Sungguh bahagia aku memiliki seorang sepertimu, wahai putera Abu Quhafah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan" Muhammad berkata dengan sendu, seraya merunduk dan memegang pergelangan kaki Abu Bakar. seraya menyebut nama Allah, pencipta semesta alam, nabi mengusap bekas gigitan ular itu dengan air liurnya.
Maha suci Allah, seketika rasa sakit itu menghilang. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu. nabi masih memandangnya dengan penuh kasih. dalam hatinya, Abu Bakar marah dalam pertanyaan bagaimana mungkin para kafirin itu sanggup menyakiti manusia indah seperti Muhammad ?
Gua kembali ditelan kegelapan malam. kini giliran Abu Bakar beristirahat dan Rasulullah berjaga. dengan lembut dan malu, Abu Bakar menggelengkan kepala ketika Rasulullah menawarkan pangkuannya.
"Aku tak kan rela membebani pangkuan penuh barakah itu"
~~~
Abu Bakar.
Beliau adalah lelaki pertama yang memeluk agama Islam. juga adalah seorang sahabat terdekat Rasulullah. dari berbagai kisah sejarah, kita mengenang betapa cintanya Abu Bakar terhadap Al-Mustafa Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. dia mencintai nabinya melebihi cinta pada dirinya sendiri. setelah wafatnya pada peperangan atas bangsa Romawi di Yarmuk, jenazahnya dikembalikan ke bumi, di sisi manusia paling dicintainya, disisi makam Rasulullah SAW.
Lelaki tampan berwajah teduh disisinya mendengarkan seraya menatapnya penuh makna. tangan halus lelaki itu perlahan menepuk bahu Abu Bakar dan berkata "Jangan engkau kira kita hanya berdua. sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam, yaitu yang Maha Kuasa..."
Seketika ketenangan merayap di sekujur tubuh Abu Bakar. sama sekali ia tidak khawatir lagi terhadap keselamatan dirinya. kematian baginya bukan apa-apa, karena dia hanya lelaki biasa. sedangkan untuk lelaki tampan yang sama-sama sedang berlindung disisinya, keselamatannya berada di atas mati dan hidup dirinya sendiri. Hatinya mulai mengembara. bagaimana semesta akan menjadi jika tanpa penerang ? bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama ? bagaimana dunia tanpa cahaya penyampai wahyu ?
Tapi sungguh, sahabat karib disampingnya ini tidak gentar menghadapi tajamnya pedang pemburu Quraisy yang mampu merobek tubuh dan menumpahkan darahnya. sungguh lelaki ini tidak bimbang melawan runcingnya anak panah yang mampu menghujam setiap inci tubuhnya.
Baginda hanya takut Allah. Muhammad, ya Muhammad...
Ketika malam mulai larut, kedua sahabat karib itu bersepakat untuk bergiliran berjaga. Abu Bakar memandang wajah syahdu di hadapannya dalam hening. ia pandangi wajah itu dengan saksama. semakin yakinnya ia bahwa ia mencintai putera Abdullah itu.
Kelelahan yang menyiksa setelah perjalanan jauh, seketika lenyap tertelan kegelapan gua. wajah teduh di hadapannya benar benar meleburkan semua penat dalam dada. hanya ada satu kata yang tersemat dalam dadanya saat ini, CINTA !
Ketika Rasulullah berada di hadapan, ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala. Tahukah kalian apa yang menjelma ? CINTA ! ~ Abu Bakar As-Siddiq r.a.
Kemudian Muhammad SAW mendaratkan kepalanya di pangkuan sahabat tercintanya bagaikan anak kecil. matanya mulai terpejam. bagaikan seorang ibu, dengan hati hati Abu Bakar mengusap peluh di kening rasulullah. dalam senyap, ia masih tersenyum sepenuh kalbu, terpesona dalam pancaran cinta seseorang yang sedang beristirahat di pangkuannya. hatinya mengalunkan doa "Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya"
Seketika wajah Abu Bakar muram. dia teringat perbuatan orang-orang Quraisy yang memburu sahabat hatinya ini bagai memburu hewan buruan. pikirnya, bagaimana mungkin mereka begitu keji mengganggu cucu Abdul Muthalib yang begitu jujur dan amanah ini ? bagaimana mungkin ??
dalam dasar hati, sebuah azam tumbuh dan berkembang semerbak.
"Selama hayat masih berada di dalam raga, aku, Abu Bakar, akan selalu berada di sampingmu untuk membelamu dan tak akan membiarkan siapapun mengganggumu"
Tidak lama kemudian, datang seekor ular mendekati kaki Abu bakar. ia melihat dan memantaunya dengan penuh waspada. ingin sekali dalam hati untuk menarik kedua kakinya menjauhi binatang berbisa itu. namun, keinginannya dia hembuskan ke dinding gua, karena tak ingin dia mengganggu tidur lelap rasulnya.
Ular mematuk pergelangan kaki Abu Bakar. tapi ia membiarkannya dan memilih untuk tidak bergerak sedikitpun. ular tersebut pergi meninggalkannya, seolah tugas dari Allah telah selesai dikerjakannya. dalam keheningan, sekujur tubuhnya terasa memanas. bisa ular mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Abu Bakar pun menangis dalam diam.
Tanpa sengaja, titik air matanya terjatuh di pipi Rasulullah SAW. Abu Bakar seketika menghentikan tangisnya, dan sahabat tercintanya itu kemudia terjaga dan menatapnya bingung. seketika seisi gua dipenuhi percakapan mereka
"Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini?"
"Tentu saja tidak, saya ridha dan ikhlas mengikutimu kemanapun jua"
"Jadi, mengapakah engkau menggugurkan air matamu ?"
"Seekor ular baru saja menggigitku,wahai putera Abdullah, dan bisanya menjalar begitu cepat"
"Mengapa engkau tidak menghindarinya?"
"Aku khawatir akan mengejutkanmu yang sedang terlelap"
Dalam hatinya, Abu Bakar menyesal karena tidak dapat menahan air matanya yang menitik. sedetik kemudian, air mata itu bukan hanya menjadi milik Abu Bakar. mata Rasulullah mulai berkabut dan menggenang. Ah, betapa indah ukhuwah ini.
"Sungguh bahagia aku memiliki seorang sepertimu, wahai putera Abu Quhafah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan" Muhammad berkata dengan sendu, seraya merunduk dan memegang pergelangan kaki Abu Bakar. seraya menyebut nama Allah, pencipta semesta alam, nabi mengusap bekas gigitan ular itu dengan air liurnya.
Maha suci Allah, seketika rasa sakit itu menghilang. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu. nabi masih memandangnya dengan penuh kasih. dalam hatinya, Abu Bakar marah dalam pertanyaan bagaimana mungkin para kafirin itu sanggup menyakiti manusia indah seperti Muhammad ?
Gua kembali ditelan kegelapan malam. kini giliran Abu Bakar beristirahat dan Rasulullah berjaga. dengan lembut dan malu, Abu Bakar menggelengkan kepala ketika Rasulullah menawarkan pangkuannya.
"Aku tak kan rela membebani pangkuan penuh barakah itu"
~~~
Abu Bakar.
Beliau adalah lelaki pertama yang memeluk agama Islam. juga adalah seorang sahabat terdekat Rasulullah. dari berbagai kisah sejarah, kita mengenang betapa cintanya Abu Bakar terhadap Al-Mustafa Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. dia mencintai nabinya melebihi cinta pada dirinya sendiri. setelah wafatnya pada peperangan atas bangsa Romawi di Yarmuk, jenazahnya dikembalikan ke bumi, di sisi manusia paling dicintainya, disisi makam Rasulullah SAW.
Allah, pilihkan aku
seseorang yang mencintaiku dunia - akhirat
sebagaimana kau karuniakan Abu Bakar
bagi Muhammad
saw
24 Apr 2011
realize your feeling
in a blog walking i found this story, touching and making me a bit realize that if you love someone, just be brave to say. ya maybe not exactly say, you can show it, even a little. at least dia pernah tahu. apakah akhirnya dia suka balik atau engga, itu hak dia. bukankah untuk mencintai dia juga hak kita ? yaa that's one of my opinion sih, haha. but you have to underline that showing your feeling, especially love, is very dangerous. because you can either break your heart or bring your heart to the sin. so be careful ;)
***
first grade in school
As I sat in the class, stared at the girl next to me. I called her my "best friend". I stared at her long, silky hair, and realized that she's so beautiful. But she didn't notice me, and I knew it.
After class, she walked up to me and asked me for some piddly thing just to get laugh together.
When she wanted to go, she said "bye" to me included with her beautiful smile.
At that time, I wanted to tell her, I just wanted her to know. I wanna say that I feel more than just a friends to her, I don't know what kind of feeling, but I'm just too shy, and I don't know why.
second grade
A message received, and it was her. She was in tears, mumbling on and on about how her love to another boy had broken her heart. I was broken too. She asked me to listen to her because she didn't want to be alone, so I did. As I sat next to her, I stared at her soft eyes, wishing she knows what i feel.
After 2 hours, a long conversation, much tears, and three bags of snacks, she decided to go home. She looked at me, said "thanks" and gave me that melting smile. I wish i could give her a hug.
At that time, I wanted to tell her, I just wanted her to know. I wanna say that I feel more than just a friends to her, I don't know what kind of feeling, but I'm just too shy, and I don't know why.
Senior year
The day before prom she walked to me. "My date is sick" she said, "he's not going to go well". and we made a promise that if neither of us had dates, we would go together just as "best friends". So we did. Prom night, after everything was over, I was standing at her front door step.
I stared at her as she smiled at me and stared at me with her crystal eyes. I know i love her, I want her to be mine, but she isn't think of me like that, and I know it. Then she said "I had the best time, thanks!"
I really wanted to tell her, I just wanted her to know. I wanna say that I feel more than just a friends to her, I love her, but I'm just too shy, and I don't know why.
Graduation Day
A day passed, then a week, then a month. Before I could blink, it was graduation day. I watched as her perfect body floated like an angel up on stage to get her diploma.
I wanted her to be mine, but she didn't notice me like that, and I knew it. Before everyone went home, she came to me in her smock and hat, and cried as I hugged her. Then she lifted her head from my shoulder and said, "you're my best friend, thanks".
I really want to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.
A Few Years Later
Now I stand in the garden of party. That girl is getting married now. I watched her say "I do" and drive off to her new life, married to another man.
I wanted her to be mine, but she didn't see me like that, and I knew it.
But before she drove away, she came to me and said "you came!" "thank you so much"
I want to tell her, I want her to know what i have been feeling to her, all that long. I love her but I was just too shy, and I think that I have to flow my feeling away.
Years Later
Years passed, now I look down at the grave of a girl who used to be my "best friend". Her family is here, and her mom come to me and give me a diary, her diary.
I read the diary. In a part where she had wrote her diploma years. This is what i read:
"I stare at him, and realize he's so adorable. But he doesn't notice me like that, and I know it. After class, i walk in to him to get some fun and laugh together. I want to tell him, I just want him to know that I feel more than just a friends to him. I don't know what kind of feeling, but I'm just too shy, and I don't know why. I wish he would tell me he loved me! Or maybe someday"
`I wish I did too...` I thought to my self, and I cry.
***
first grade in school
As I sat in the class, stared at the girl next to me. I called her my "best friend". I stared at her long, silky hair, and realized that she's so beautiful. But she didn't notice me, and I knew it.
After class, she walked up to me and asked me for some piddly thing just to get laugh together.
When she wanted to go, she said "bye" to me included with her beautiful smile.
At that time, I wanted to tell her, I just wanted her to know. I wanna say that I feel more than just a friends to her, I don't know what kind of feeling, but I'm just too shy, and I don't know why.
second grade
A message received, and it was her. She was in tears, mumbling on and on about how her love to another boy had broken her heart. I was broken too. She asked me to listen to her because she didn't want to be alone, so I did. As I sat next to her, I stared at her soft eyes, wishing she knows what i feel.
After 2 hours, a long conversation, much tears, and three bags of snacks, she decided to go home. She looked at me, said "thanks" and gave me that melting smile. I wish i could give her a hug.
At that time, I wanted to tell her, I just wanted her to know. I wanna say that I feel more than just a friends to her, I don't know what kind of feeling, but I'm just too shy, and I don't know why.
Senior year
The day before prom she walked to me. "My date is sick" she said, "he's not going to go well". and we made a promise that if neither of us had dates, we would go together just as "best friends". So we did. Prom night, after everything was over, I was standing at her front door step.
I stared at her as she smiled at me and stared at me with her crystal eyes. I know i love her, I want her to be mine, but she isn't think of me like that, and I know it. Then she said "I had the best time, thanks!"
I really wanted to tell her, I just wanted her to know. I wanna say that I feel more than just a friends to her, I love her, but I'm just too shy, and I don't know why.
A day passed, then a week, then a month. Before I could blink, it was graduation day. I watched as her perfect body floated like an angel up on stage to get her diploma.
I wanted her to be mine, but she didn't notice me like that, and I knew it. Before everyone went home, she came to me in her smock and hat, and cried as I hugged her. Then she lifted her head from my shoulder and said, "you're my best friend, thanks".
I really want to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.
A Few Years Later
Now I stand in the garden of party. That girl is getting married now. I watched her say "I do" and drive off to her new life, married to another man.
I wanted her to be mine, but she didn't see me like that, and I knew it.
But before she drove away, she came to me and said "you came!" "thank you so much"
I want to tell her, I want her to know what i have been feeling to her, all that long. I love her but I was just too shy, and I think that I have to flow my feeling away.
Years Later
Years passed, now I look down at the grave of a girl who used to be my "best friend". Her family is here, and her mom come to me and give me a diary, her diary.
I read the diary. In a part where she had wrote her diploma years. This is what i read:
"I stare at him, and realize he's so adorable. But he doesn't notice me like that, and I know it. After class, i walk in to him to get some fun and laugh together. I want to tell him, I just want him to know that I feel more than just a friends to him. I don't know what kind of feeling, but I'm just too shy, and I don't know why. I wish he would tell me he loved me! Or maybe someday"
`I wish I did too...` I thought to my self, and I cry.
Langganan:
Postingan (Atom)
