Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

17 Jan 2016

Crisis

Pernah tidak kamu berhenti di satu persimpangan dan menyadari ternyata kamu tidak kemana-mana?
Kamu menyadari tidak ada rumah yang kamu tinggalkan.
Kamu menyadari kamu tidak sedang menuju kemanapun.

Pernah tidak kamu terdiam di satu sujud dan menyadari ternyata kamu tidak pernah menjadi apa-apa?
Kamu menyadari apa yang telah kamu ciptakan di sekelilingmu.
Kamu menyadari tidak ada hal baik yang besar yang bisa kamu ciptakan.


14 Sep 2015

kuatlah

August, 18th 2014


Hidup memang tidak begitu mudah dimengerti
setiap orang punya perjuangannya masing-masing
dunia mungkin tak selamanya bersalah
karena terkadang persepsi kita tentang dunia lah yang salah

Beberapa kali dalam hening aku merasa takut untuk sekedar meminta
meskipun berulang kali bisik dinding berpesan tak apa
bukankah cita dan doa dapat kau buat sesukamu? katanya
tak perlu khawatir jika mungkin kau belum mampu untuk menanggung apa yang diminta
karena toh pada akhirnya, Sang Kuasa tahu kapan waktu terbaiknya
yang terpenting aku harus belajar untuk bertanggung jawab pada setiap permintaan
kemudian bertahan dalam sedekap
tetap teguh dalam rukuk
dan tetap merunduk ikhlas dalam sujud

Jika aku yakin bahwa Allah tidak tidur
dan menyaksikan semuanya
maka sudah seharusnya aku memastikan
agar yang Allah saksikan adalah ikhtiar terbaik yang bisa kulakukan

20 Nov 2014

jalan pulang

berdasarkan karakter, aku memang separuh melankolis. aku mudah tersentuh dan tergenang bersama perasaan yang terkadang aku buat-buat sendiri. ini paling sering terjadi saat aku melihat banyak orang yg tampak tidak lebih beruntung dariku. tidak tega rasanya.. jika bisa ingin rasanya membantu semuuua orang yg membutuhkan.

beberapa kali aku berpikir. mm mungkin terlalu klasik jika kita selalu harus membandingkan diri kita dg orang lain yg keadaannya dibawah kita untuk mempermudah bersyukur. sesekali aku berpikir bisakah kita habiskan waktu untuk melihat ke atas, kepada orang lain yg berdasarkan kapasitas ekonominya lebih banyak daripada kita untuk bersyukur?

dan kemudian pikiran itu membawaku pada suatu hari dimana pikiranku terpusat pada pengendara mobil mercy yang terus menerus membunyikan klakson utk menyingkirkan bemo didepannya, yang sedang menepi menunggu satu lagi rezekinya yang akan naik, yang mungkin membawa sekedar uang dua ribuan. kesal. aku coba untuk memperbesar mataku utk memastikan mengapa pengendara mobil semewah itu begitu sangat terganggu dg berhentinya sebuah bemo di tepi jalan yg sesungguhnya jalanan itu masih sangat lebar untuk dia jajah dengan sombongnya. adakah sesungguhnya ia tidak damai dalam keadaannya yang sesungguhnya lebih berlimpahan, dibanding pengendara bemo tua yang tak pernah alfa mengucapkan terima kasih kepada penumpang yg memberinya uang-uang keci?

tanpa dikehendaki aku membandingkan keadaanku dengannya. perasaan sejuk atas rasa syukur tiba-tiba mengalir dari kepala hingga ke dalam dada. ya Allah berapa banyak syukur yg harus lagi dan lagi aku hembuskan atas sedemikian damainya aku dalam apapun keadaan dan keterbatasan hidupku saat ini. rasa syukur atas karunia Allah bahwa aku setidaknya tidak merasa berada pada situasi kekurangan, namun juga tidak merasa sedemikian tidak damainya. ini hidupku, berjalan dalam naungan karunia dan barakah Allah secukupnya, dan aku merasa cukup. alhamdulillaah

mari, kita cari jalan untuk kembali ke sana. menuju detik-detik dimana kita bisa jujur pada Allah, bahwa kita memang tidak ada apa-apanya tanpa karunia dan bantuanNya.

terakhir, live your life to the fullest.
jangan sekalipun merasa kurang barakah. keep all those optimist words fill your head, till it comes out over your smile :)

16 Nov 2014

masih (pencarian tanpa akhir)

masih akan selalu ada matahari
bagi seorang Ibrahim yang bersemayam di hatimu,
untuk suatu saat mencari dimanakah sesungguhnya Tuhan semesta alam.

satu-satunya hal yang harus kamu pastikan adalah:
jangan mati sebelum menyadari bahwa matahari itu senantiasa menunggu
Ibrahim dihatimu untuk bangun, dan menyadarinya.

13 Jul 2014

dan inilah pertengahannya

dengan takbir sebagai permulaannya, aku dipaksa meyakini bahwa kuasa Tuhan begitu amatlah besar. Maha Besar. betapa maha besarnya, hingga kasih sayangNya meliputi siang dan malam, bagi hambanya yang meminta maupun yang tidak.

banyak orang di dunia ini begitu rindu bertemu dengan Tuhannya. melalui shalatnya, shalawatnya, shadaqahnya, akhlaknya. sesungguhnya akupun merindukan hal yang sama, namun tulisan tulisan di dalam kitab banyak berkisah kepadaku bahwa pertemuan dengan Tuhan adalah sebuah momen suci yang mana hanya hamba pilihan lah yang akan dikaruniakan kesempatannya. dan perkataan itulah yang selalu menghantui kelalaianku..

akankah tiba pertemuan itu untukku
sedang sepuluh malam telah berlalu
dan rasanya dosa di punggungku belum juga meringan
sesungguhnya bukan hanya sepuluh malam,
tetapi ribuan sepertiga malam,
ratusan teguran untuk taubat,
dan puluhan lalilatul qadr sudah berlalu begitu saja

apakah mungkin sesungguhnya dengan kasih sayangmu ya Rabbi, telah Kau telah hapuskan dosa-dosaku, meski sepertinya upaya memintaku tak pernah setulus itu? apakah masih ada waktu untukku perlahan menghapus catatan dosa yang terpahat di atas batu batu pilihanku, untuk kemudian pulang kepadaMu dalam keadaan suci ya Allah?

sedangkan aku tidak ingin menjadi yang pertama masuk neraka, ataupun yang terakhir masuk surga..


***
dari Abu Hurairah ra,
"inilah bulannya, dimana awalnya adalah rahmat, pertengahannya maghfirah, dan akhirnya adalah 'itqun minan naar (pembebasan dari api neraka)"

biarkan kami pulang


adakah pernah terbersit di benakmu
suatu ketika kau begitu ingin kembali saja kepada Tuhanmu
kembali dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Mengawali
Sang asal dari segala permulaan?

adakah pernah terbersit di benakmu
suatu ketika keinginanmu itu terwujud dan kau bertemu Tuhanmu
dengan diantarkan puluhan peluru di kepala dan reruntuhan dinding di dada?

tentu tidak ya,
na'udzu billaahi min dzalik

tetapi
ketika hal itu terjadi kepadaku
maukah kau sejenak menatap kedua telapak tanganmu
dan sampaikan pada Tuhan:
satu dari ratusan hamba Allah, ummat Rasulullah, telah berpulang
semoga Allah menyelamatkan yang tersisa
selamatkan jiwa dan raganya, selamatkan imannya hingga akhir hayat,
dan semoga Allah menurunkan penyelamat dari langit
bukan semata-mata untuk membalas kebiadaban tentara israel
hanya untuk menguatkan iman dan memeluk rasa takut di dada mereka
inna ma'al usri yusroo..


6 Jul 2014

bertemu

sudah sedemikian lama aku pergi meninggalkan setiap degup rindu yang dulu begitu erat mendekap. dan meski selama ini sebenarnya aku tetap rindu, tapi debaran ini kian lama menuju terhenti. pernahkah kau merasa begitu merindu hingga bersinggungan dengan apapun yang mengingatkanmu padanya akan mendesirkan degup rindu yang mendalam?

rasa itu
debaran itu
aku sungguh merindukannya

dan karenanya malam ini aku akan pulang, ya Rabbi
kembali ke halaman dimana semua orang yang merinduMu bertemu
ke tempat yang Kau janjikan akan menjadi taman taman surga bagi kami
ke rumahMu, ya Rabbi, ke rumahMu..


ya Allah ketika mengikrarkan diri pada keyakinanMu begitu mudah,
tak terhalang negara atau kaum yang menghalangi
mengapa begitu sulit bagi kami untuk bertahan pada keyakinan kami sendiri?
detik detik dimana suara imam menegur kami bahwa kepada Allah-lah segala puji hendaknya menuju, dan sesungguhnya Allah-lah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
desir rindu yang mendalam itu,
bisakah Kau mengembalikannya untukku?

29 Jun 2014

tengah tergelincir?


"sesungguhnya hatiku terkadang tertutup, dan aku beristighfar kepada Allah
seratus kali dalam sehari" - HR Muslim

24 Jun 2014

sepanjang jalan

di atas kereta beroda dua ini aku mengurai kembali benang benang kenangan yang menyusun rajutan kehidupan yang menaungi kita selama ini. menatap ke belakang dan kemudian menyadari bahwa hidup ini sungguh sebuah perjalanan yang maju ke depan. meski suatu ketika kita tentu bisa memutar kembali ke tempat asal dimana kita bermula, tapi pada dasarnya perjalanan itu tak kan bisa berulang. lalu lalang peran yang melintas, ragam kisah yang tersimak, tentu enggan untuk mengulangi setiap kenangan yang pernah kita saksikan hanya untuk sekedar menghangatkan kenangan.

Ayah, lihatlah yang sudah kita lalui,.
apakah sesungguhnya semuanya sudah kita ridhai untuk tinggalkan sebagai kenangan?
sudahkah kita melewati jalan-jalan dengan perasaan yang kita kehendaki? dengan penuh suka cita?


kesadaranku kembali ke kursi dimana aku berada, ketika ayahku berujar
"hidup adalah ruang kelas terbesar dalam hidup abi.
kesulitan dan cobaan yang berhamburan di sepanjang jalan menuntut untuk diselesaikan. dari sanalah abi belajar bagaimana menyelesaikan masalah kehidupan. abi mungkin belum bisa memutuskan cara yang paling tepat untuk mengajak kalian melihat apa yang pernah abi lihat, mengalami dan menyelami nasihat kehidupan atas peristiwa yang abi alami.. karena kalian harus kuat.. kalian harus kuat"


ya, jika kita sama-sama mengurai panjangnya perjalanan, tentu perbandingannya akan terlampau jauh. setiap jalan buntu dan jembatan rapuh yang kutemui sepanjang jalan, pasti tak kan pernah seberat jalan terjal dan jurang dalam yang pernah ayahku lalui. dan ayah, semoga Allah yang selama ini selalu mendampingimu, akan senantiasa menunggumu di ujung setiap rintangan berat yang kau lalui untuk senantiasa memelukmu atas setiap beban yang kau pendam gemuruhnya.


***
he's not a perfect teacher, but his lessons last forever.
and mean so so much everything than the world and all within for me.
everything will all be alright, just let's continue to make dua

7 Mei 2014

surat kecil untuk Tuhan

kepada Allah, yang namaNya tersebut milyaran kali sejak shalat pertama kudirikan..
tahukah Kau Ya Rabb? aku yang saat ini menyebut namaMu sedang berada pada ubin dimana tangan ini lebih mengedepankan dunia sebelum namaMu., dan aku sebenarnya sungguh malu.. dan aku sebenarnya sungguh ingin kembali lagi.. kembali ke sujud dimana aku pertama kali merasakan bahwa aku sujud di bawah pengawasan mataMu yang tentu saja mengetahui gerak shalatku tidak fokus karena meniru-niru ibuku.

kepada Allah, yang keberadaanNya begitu dekat..
lebih dekat dari rasa dekatnya setiap denyut darah yang melekat..
terima kasih.. terima kasih karena pada jutaan langkah kakiku yang kian menjauh dariMu, masih kau sisakan satu pintu dihatiku, dimana aku selalu bisa mengetuk ke dalamnya ketika butuh penguatan untuk melangkah.. satu pintu dimana aku tahu aku bisa berlari kesana, kapanpun, dan sabar menunggu dibukakannya pintu ketika dunia terasa begitu jauh dan melelahkan untuk dikejar..

kepada Allah, yang menggenggam seluruh kunci dari seluruh pintu dunia dan akhirat..
bisakah aku tetap meminta agar satu pintu itu selalu ada? satu pintu untuk menjadi petunjuk jalan pulang, sejauh apapun aku pergi meninggalkannya.. karena sungguh, ya Allah, sungguh hanya padaMu, hamba yang tanpa daya ini ingin kembali..

22 Feb 2014

ilaa billaah

kau dan aku mungkin kita sama-sama tahu
sujud dan air mata pada masa-masa itu pasti bukanlah yang terakhir
karena kau dan aku pasti sama-sama merasakan
bahwa kita masih akan tetap selemah yang Tuhan takdirkan,
agar kita sama-sama mengingat bahwa kita harus selalu kembali
untuk setiap kekuatan yang kita butuhkan

entah apa maksud yang ingin disampaikan Tuhan, teruslah berintrospeksi dan perbaiki sebisa-bisanya.
bukan untuk memaksa memperbaiki situasi, bukan.
hanya untuk sedikit menunjukkan pada Tuhan bahwa kita menerima..
apapun kehendakNya.


tidak ada kata terlambat untuk merevisi masa depan, kan?

walk the talk

pernahkah terbersit olehmu bagaimana seorang Luqman Al Hakim, Siti Maryam, Ibrahim, dan lainnya menjadi orang-orang yang kisah hidupnya diceritakan di dalam Al-Qur'an?

mereka diceritakan bukan hanya karena iman mereka begitu luar biasa,
tapi karena apa yang mereka lakukan sebenarnya bisa kita lakukan.

pencarian terhadap kebenaran
turut mengikuti jejak orang yang shalih
berserah sepenuhnya atas ketetapan
kebijaksanaan dalam mengambil hikmah
dan setiap jejak dari kisah-kisah itu

mereka diceritakan bukan hanya karena iman mereka begitu luar biasa,
tapi karena apa yang mereka lakukan, sebenarnya bisa kita lakukan.
Allah wants us to see that.

12 Jan 2014

kaifa haluk?

hello blog :) long time no see heheheh
sudah tahun baru lagi rupanya ya, jadi teringat beberapa momen yang terjadi di awal tahun beberapa tahun yang lalu. halah ribet banget omongannya sayi (¬_¬”). kangen banget kembali menulis, udah banyaaak draft tulisan yang belum dirampungkan untuk di post. alasannya? klasik ah, sayyidah emang kadang kadang suka purapura gapunya waktu.

beberapa kali memilih untuk menghabiskan waktu dan membaca banyak tulisan orang lain, mengilhami pemahaman bahwa setiap orang punya perjalanannya masing masing. entah yang kisahnya penuh suka cita, penuh duka, atau mungkin juga penuh kegalauan. gue mungkin masuk kategori yang ketiga. buktinya yaa bisa kalian cek sendiri dominasi rasa ketika membaca tulisan tulisan disini haha.

tahun kemarin banyak tersadari bahwa mungkin gue kebanyakan galau. hmm image yang kurang seru yah kayanya? masa cita-cita sih jadi setangguh siti khadijah tapi hatinya kok semellow rosalinda (⌣́_⌣̀). mm this year gonna be my time to say enough is enough. udah cukuplah gue galau galau, jamannya udah lewat dan ngga bermanfaat juga sih rasanya :) intinya sih berusaha untuk menyikapi segala sesuatu dengan lebih wise, berhubung tahun ini insya Allah mulai masuk ke umur yang ngga muda lagi, udah mau kepala dua yah hahahaha. gue akan tetep posting semua hal yang memang sesuai prinsip nulis gue, setiap hal yang tertangkap mata dan teresap sampai ke hati. lagipula tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan atau kesedihan walaupun hanya dalam satu kalimat :)

whatever fellas, glad to know that this year we're getting older again.
sudah sampai mana persiapanmu?

***

apa kabar hatimu?
masihkah ia seperti embun, yang merunduk tawadhu di pucuk pucuk daun?
masihkah ia seperti karang, yang berdiri tegar menghadapi gelombang?

apa kabar imanmu?
masihkah ia menjadi seterang bintang,
yang senantiasa membuka pandangan kemana harus berjalan?

masihkah hati dan imanmu rindu untuk pulang?


10 Nov 2013

QS Ash-shaad : 49

dalam hidup ini, setiap orang punya peran masing-masing. seorang ayah, seorang ibu, seorang guru, seorang pembelajar, seorang pedagang, seorang pembeli, seorang imam, seorang makmum. satu persatu makhluk perlahan berjalan menurut waktu yang ditentukan (QS Az-Zumar:5), sehingga milyaran peran itu terangkai menjadi mozaik kehidupan yang tanpa diketahui, diam-diam saling mengisi, mewujudkan sebuah rencana yang maha terencana.

sebagian berperan sebagai pertanda bahwa Allah sungguh adalah Arrahman warrahiim dan dengan atau tanpa tersadari akan selalu menitipkan hamba-hambaNya dalam lautan kasih sayang, tanpa terkecuali, tanpa pernah terhenti sepersekiandetikpun.

sebagian berperan sebagai perantara bahwa Allah adalah Arrazaq walfattah dan dengan kepemilikan atas rezeki yang meliputi langit dan bumi, dibagi-bagikanNya setiap rezeki dengan adil, dapat hidup, sehat, selamat, bisa melihat, diberi pertolongan, disayangi orangtua, menjadi manfaat bagi sesama makhluk, dan dalam jutaan bentuk jutaan rezeki lainnya, satu persatu dicukupi, tanpa terkecuali, dan tak pernah aniaya.



sebagian berperan sebagai pengingat bahwa Allah adalah satu-satunya Alwahhaab dan dengan kemurahanNya akan selalu membekali hidupmu dengan limpahan karunia yang bahkan takkan selesai jika kau tuliskan satu persatu dengan air lautan sebagai tintanya. dihiasinya setiap perjalanan dengan karunia yang seringkali tak terasa dan disembunyikan, tapi tak pernah sesungguhnya tersembunyi, karena jika kamu resapi dan tanyakan, kamu pasti akan mendapatkannya.



Allah, aku pernah bersedih, pernah mempertanyakan apa seharusnya diperankan, pernah merisaukan lemahnya manfaat dari peranan, pernah mengeluhkan hebatnya peranan orang lain. belasan tahun mungkin waktu yang terlalu lambat untuk menyadari kemahaanMu, dan saat ini dalam ketenangan terdalam aku mohon agar Kau senantiasa tetapkan aku dalam petunjuk, dan jangan biarkan aku tersesat lagi setelah Kau berikan petunjuk.

Allaahush shamad, karena Engkaulah satu-satunya tempat untuk bersandar dan meminta.



***
Ar-rahman : Maha penyayang
Ar-rahiim : Maha pengasih
Ar-razzaaq : Maha pemberi rezeki
Al-fattah : Maha pembuka rahmat
Al-wahhaab : Maha pemberi karunia
As-shamad : Yang Maha dibutuhkan, tempat meminta

5 Nov 2013

hijrah

sudah saatnya kembali
menapaki taubat dalam lautan tahajjud
menyalakan kembali iman yang meredup
mengenang masa yang kian mendekati waktu yang dijanjikan
mari, :)

28 Okt 2013

kembali

semoga pada akhirnya kita menemukan yang mungkin seringkali hilang dari hati kita. menemukan kembali keyakinan bahwa bahkan setiap butir debu ditenagai oleh kekuatan Maha dahsyat. apalagi perjalanan, pertemuan, perpisahan, dan takdir..

semoga perjalanan kali ini benar-benar mengajak semua memori kita untuk pulang. kembali ke masa sebelum semua rapuh dan tanda tanya ini ada. hingga kala itu, tanpa ragu kita berjanji untuk hanya akan bersandar kepada satu-satunya tempat kembali..

semoga seruan Bilal dari atas Ka'bah yang terus memanggil seluruh umat sepanjang zaman, akan senantiasa berdengung di hati kita.. hingga tiba waktunya langkah ini membawa kita untuk bersujud disana. melangkah perlahan berkeliling, menjemput hati yang sudah lebih dulu bersimpuh disana, untuk bersama sama berbisik "labbaik Allaahumma labbaik..."


***
"Labbaik Allaahumma labbaik"
Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah, aku memenuhi panggilanMu.

15 Sep 2013

resting time is over,

Hugo Cabret, Hugo (2011)
i had to be here for some reason. and that means you have to be here for some reason too.
if you lose your purpose.. it's like you're broken.



malam ke-sembilan sejak 6 september 2013 merenungi apa yang sudah seharusnya direnungi sejak lama. ketidaksadaranku kembali dibangunkan. keyakinan tentang sebuah rangkaian yang tersusun salah, tapi terlanjur kuat, dan sudah terlanjur digunakan untuk menopang gemetar kaki ini menjalani lima belas tahun terakhir.

aku sebisa mungkin tidak ingin menjadi Firaun yang menolak kebenaran. aku berusaha menerimanya dengan baik, karena aku yakin Allah ingin aku menjadi lebih baik melalui cara ini. dan mungkin inilah satu-satunya cara tercepat aku kembali padaNya. karena bagiku, Allah selalu senang menjawab doa-doaku yang seringkali bersikap seperti anak kecil yang tidak sabar menanti..

- i was never too young to understand,
pada usia itu, ketika kaki kaki kecil lainnya berlarian mengejar kebahagiaan, kakiku gemetar menahan diri untuk tetap bertahan... meski hanya bisa berdiri di tempat. sebisa mungkin bertahan.

satu hal yang baru aku sadari..
bahwa saat itu, ternyata aku kuat..
buktinya aku bertahan hingga saat ini, meski dengan beragam perasaan yang terendap di dada dan belum bisa hilang sepenuhnya, tapi aku berhasil melaluinya. kenapa? karena aku sanggup. karena Allah sudah tahu bahwa aku pasti sanggup untuk melaluinya.

***

belakangan aku jadi semakin "berat" ya?
Alhamdulillah jadi terasa lebih fokus introspeksi diri sendiri ketika diam. meski saat ini aku sedang berada di titik negatif, tapi terasa sangat senang untuk kembali belajar berjalan. dan yang paling penting adalah perjalanan kali ini insya Allah tanpa beban :)

sayyi bisa ikhlas?
sabar dan ikhlas yaa :)

***

belajarlah dari masa lalu, dan hiduplah untuk masa depan - Albert Einstein

7 Sep 2013

malam

dan kembali aku tenggelam dalam bayang-bayang itu.
kali ini dengan cara yang lebih dramatis. seseorang datang dengan cambuk titipan Allah, yang kemudian digunakan perlahan, sesuai skenario dan kehendakNya.

aku masih terbaring dalam keyakinan yang salah ketika semesta menundukan egoku untuk mendengarkan semua cerita yang kau senandungkan. semua teguran itu menarik langkah-langkah kecilku kembali ke pelataran madinah. ketika Muhammad, yang sesungguhnya mengharapkan Mekkah sebagai jawabannya, dituntun menemukan pertolongan di Madinah. aku seperti bisa merasakan desir haru-gemetar-letih-lega di dalam dada Muhammad bergantian terasa di dadaku..

sepertinya kesombonganku sudah melampaui batas :""( rasa-rasa angkuh yang tumbuh dan merasa bahwa aku sudah cukup berkembang, aku pantas mendapatkan yang lebih mudah, lebih baik, lebih lebih lebih dan lalu memaksa orang lain menerimanya tanpa penyesuaian.
astaghfirullaah al adziim :_(

ya Allah, mungkin ini saatnya aku kembali bersimpuh dan memperbaiki keyakinan bahwa pertolonganMu melebihi batas-batas definisi dan semua bebalnya aku dalam menerima pengertiannya. melebihi semua kebutuhan dan permintaanku. meski aku mungkin suatu saat akan kembali menangisi bahwa sebagaimanapun Engkau takkan memberi beban yang lebih besar dari dayaku menahannya, aku tetap hanyalah seorang manusia. seorang perempuan.
tapi tetaplah ingat ini: aku selalu ingin kembali :")


"i was too young to understand"
kalo gitu Muhammad juga bakal bilang ke malaikat Jibril: "i was too stupid to read"

---

about this man, i keep question Allah
"mengapa Allah terlalu banyak automatic-tolerration tercipta untuknya?"
tapi bukan Allah kalo jalanNya ngga penuh kejutan kan.
so i think this the answer, isn't it, ya Ghafuur ?
all those random questions and curiousness about him, membawaku menuju sebuah jawaban dari sebuah pesan yang pernah kularungkan padamu puluhan malam yang lalu
bahwa aku ingin kembali :")

18 Agu 2013

hanya ini...

pada dua pertiga malam pernah kami berkumpul dan merenungkan bersama. akankah keluarga yang masih rapuh fondasinya ini akan mampu selamat di akhirat? kami, yang masih banyak mengedepankan dunia, masih banyak memimpikan pujian-pujian manusia, masih belum bisa saling menjaga, apalagi menyelamatkan..
akankah kami menjadi keluarga kembali, di akhirat kelak?

akankah
jika ketika tangan dan kakiku ditanya
akan datang umi, abi, kakak dan adikku untuk bersaksi dihadapNya
bahwa aku pernah bersaksi bahwa Allah adalah satu-satunya?
akankah mereka datang?
akankah itu semua menyelamatkan?

astaghfirullaah..



Jika ada tempat yang lebih tinggi dari sujud ini, tentu aku akan naiki, setinggi apapun.
tapi ya Allah, sujud ini yang Kau kehendaki untuk menjadi penyembahan tertinggi dari kami. maka inilah sujud kami.. hanya ini.......
- Ahmad Zakaria, Para Pencari Tuhan 7

5 Agu 2013

gelisah

entah harus memulai resah ini dari mana, yang jelas aku sedang gundah.
semburat pagi matahari pagi yang biasa menyemangati,
kerumunan awan yang melindungi kaki-kaki tegar para penyapu jalan,
gemilang senyuman para penerima sedekah,
belakangan tak lagi menggubris aku yang mulai hilang arah ini...

kenyataannya, gravitasi masih terlalu menyayangiku
hingga aku bahkan enggan bangkit, dan kembali
ke jalan yang seharusnya

beberapa detik seringkali melintas, akankah sesungguhnya Allah rindu? atau setidaknya malaikat tertunduk lesu karena terlalu lama menantiku kembali? sedangkan aku masih belum beranjak kemana mana. masih menjadi orang yang sama, yang justru bergerak mundur, senti demi senti.
perlahan
tapi signifikan menjauh
Gusti...........