13 Jan 2016
Aku pulang
Hidup tidak selalu berjalan sesuai kehendakmu, sayang.
Seiring perjalananku menuju kembali ke pelukan Ibu, untuk kembali mengakui bahwa aku masih akan tetap bersandar di punggungnya - entah sampai kapan. Aku bahkan tidak tahu masa depanku akan menjadi apa, tapi aku yakin Allah senang dengan orang-orang yang berjuang, orang-orang yang bekerja keras, orang-orang yang tetap berjalan lurus pada garis-garis maya yang Allah kehendaki.
Hidup tidak selalu berjalan sesuai kehendakmu, sayang.
Kali ini aku membuka mataku dan menatap ke sekeliling. Tak ada satupun manusia yang benar-benar tahu, tak ada yang pernah bisa benar-benar mengukur kapan atau dimana ia akan bahagia. Dan untuk sementara waktu, aku hanya akan terus menduga-duga.
14 Sep 2015
kuatlah
Hidup memang tidak begitu mudah dimengerti
setiap orang punya perjuangannya masing-masing
dunia mungkin tak selamanya bersalah
karena terkadang persepsi kita tentang dunia lah yang salah
Beberapa kali dalam hening aku merasa takut untuk sekedar meminta
meskipun berulang kali bisik dinding berpesan tak apa
bukankah cita dan doa dapat kau buat sesukamu? katanya
tak perlu khawatir jika mungkin kau belum mampu untuk menanggung apa yang diminta
karena toh pada akhirnya, Sang Kuasa tahu kapan waktu terbaiknya
yang terpenting aku harus belajar untuk bertanggung jawab pada setiap permintaan
kemudian bertahan dalam sedekap
tetap teguh dalam rukuk
dan tetap merunduk ikhlas dalam sujud
dan menyaksikan semuanya
maka sudah seharusnya aku memastikan
agar yang Allah saksikan adalah ikhtiar terbaik yang bisa kulakukan
7 Feb 2015
kembali
Hari ini aku sedang melambatkan langkah kaki ketika sepancar sinar terang memaksaku menoleh
Mataku jatuh pada lelaki yang hatinya memancarkan kehangatan seperti matahari,
Rasanya bukan jatuh seperti yang biasa kurasakan.
Hari ini aku sedang meneruskan perjalanan ketika aku mengintip diam-diam.
Aku tahu persis ini sinar siapa,
karena rasa hangatnya masih kuingat persis.
Penuh, utuh, dan menggenapkan kisi-kisi yang sekian lama merasa kehilangan.
30 Nov 2014
takkan terganti
20 Nov 2014
jalan pulang
berdasarkan karakter, aku memang separuh melankolis. aku mudah tersentuh dan tergenang bersama perasaan yang terkadang aku buat-buat sendiri. ini paling sering terjadi saat aku melihat banyak orang yg tampak tidak lebih beruntung dariku. tidak tega rasanya.. jika bisa ingin rasanya membantu semuuua orang yg membutuhkan.
beberapa kali aku berpikir. mm mungkin terlalu klasik jika kita selalu harus membandingkan diri kita dg orang lain yg keadaannya dibawah kita untuk mempermudah bersyukur. sesekali aku berpikir bisakah kita habiskan waktu untuk melihat ke atas, kepada orang lain yg berdasarkan kapasitas ekonominya lebih banyak daripada kita untuk bersyukur?
dan kemudian pikiran itu membawaku pada suatu hari dimana pikiranku terpusat pada pengendara mobil mercy yang terus menerus membunyikan klakson utk menyingkirkan bemo didepannya, yang sedang menepi menunggu satu lagi rezekinya yang akan naik, yang mungkin membawa sekedar uang dua ribuan. kesal. aku coba untuk memperbesar mataku utk memastikan mengapa pengendara mobil semewah itu begitu sangat terganggu dg berhentinya sebuah bemo di tepi jalan yg sesungguhnya jalanan itu masih sangat lebar untuk dia jajah dengan sombongnya. adakah sesungguhnya ia tidak damai dalam keadaannya yang sesungguhnya lebih berlimpahan, dibanding pengendara bemo tua yang tak pernah alfa mengucapkan terima kasih kepada penumpang yg memberinya uang-uang keci?
tanpa dikehendaki aku membandingkan keadaanku dengannya. perasaan sejuk atas rasa syukur tiba-tiba mengalir dari kepala hingga ke dalam dada. ya Allah berapa banyak syukur yg harus lagi dan lagi aku hembuskan atas sedemikian damainya aku dalam apapun keadaan dan keterbatasan hidupku saat ini. rasa syukur atas karunia Allah bahwa aku setidaknya tidak merasa berada pada situasi kekurangan, namun juga tidak merasa sedemikian tidak damainya. ini hidupku, berjalan dalam naungan karunia dan barakah Allah secukupnya, dan aku merasa cukup. alhamdulillaah
mari, kita cari jalan untuk kembali ke sana. menuju detik-detik dimana kita bisa jujur pada Allah, bahwa kita memang tidak ada apa-apanya tanpa karunia dan bantuanNya.
terakhir, live your life to the fullest.
jangan sekalipun merasa kurang barakah. keep all those optimist words fill your head, till it comes out over your smile :)
16 Nov 2014
kehilangan
angkat wajahmu cantik..
segala yang ditakdirkan terjadi padamu tidak akan tertukar.
dan Allah Yang Maha Baik, tak kan mungkin aniaya pada hambaNya yang beriman.
pastikan dirimu tetap pada jalur iman,
pada jalan-jalan yang dilalui orang-orang yang mempercayai bahwa
inna ma'al usri, yusraa..
- - intermezzo
suatu hari seorang gadis kecil bertanya padaku:
mana yang lebih menyakitkan,
kehilangan sesuatu yang sudah menjadi milik, atau belum?
masih (pencarian tanpa akhir)
1 Agu 2014
kenang-an
tidak masalah, ayahku pernah berkata: tidak ada keputusan yang salah. tapi tidak ada keputusan yang selalu benar. kita hanya bisa memastikan bahwa setiap keputusan yang kita ambil saat ini adalah solusi terbaik dari situasi yang kita sedang hadapi saat ini. entah sore atau esok nanti, keputusan itu mungkin tampak sedemikian bodohnya. dan bisa jadi lain waktu keputusan yang sama tidak berujung sama, atau keputusan lain berujung cerita yang sama. we can't be sure..
di dalam persiapanmu, tampak kau bunuh diam-diam setiap kenangan yang perlahan menghantuimu. kau kubur untuk kau tinggalkan. aku tak tahu itu kenangan apa, karna kau tampak selalu enggan menceritakannya. bagimu mungkin hal yang sudah ya sudah, jangan dibawa-bawa lagi. then it's time to move ahead, begitu ya?
mm sepertinya aku pernah juga merasakan hal yang sama. bukankah ketika hatimu terluka karena kehilangan, seketika kau dikunjungi kenangan-kenangan patah hati yang sudah lalu? ketika hatimu damai dalam kesyukuran, seketika dunia terasa beeeegitu indah dan penuh karunia. iya kan? yah sepertinya begitulah adanya perasaan manusia.
namun kemudian kulihat kau tetap membagi kekuatan ke dalam kopermu untuk persediaan, dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. seakan kau bisa meninggalkan endapan kenangan di tempat yang kau kehendaki.
lalu kamu berjalan melewatiku tanpa pesan. tanpa perasaan.
**
tidak apa-apa, manusia sepertinya
memang dilahirkan untuk menyimpan kenangan.
entah di masa lalu,
entah di dalam album,
entah di hatinya sendiri,
atau mungkin disisakan di hati orang lain.
13 Jul 2014
larut
karena sesungguhnya tiada kebenaran yang manusia sampaikan kepada sesamanya selain berasal dari Allah yang Maha memberikan petunjuk, dan tidaklah mereka yang menuntunku tersesat melainkan sesat sendiri dan semoga Allah melindungi aku dari mengikuti kesesatan..
jangan lepaskan petuahmu dariku
29 Jun 2014
lubuk hati
27 Mei 2014
apa adanya, sepenuhnya
suamiku, aku menuliskan beberapa baris hatiku ini ketika pada suatu malam kau begitu tampak menyebalkan. malam itu, dengan jutaan rasa kesal dihatiku kau kemudian tidur dengan nyenyaknya. seakan perasaanku bukan lagi sesuatu yang penting untukmu.
kemudian aku mengambil sehelai scarf lalu keluar dari jendela dan duduk di atap depan kamar kita, seperti yg seringkali kita lakukan setiap kita merindukan orang tua kita masing-masing. di bawah tatapan gemintang, aku berusaha menyadari setiap kesalahan yang mengisi sela-sela kehidupan kita. aku terus menerus memutar reminder di kepalaku bahwa memang tidak setiap karakter bisa 'dibaca' dan diterima begitu saja. ada kalanya kepingan puzzle dari sifatmu membawa ego yang begitu besar dan menyesakkan ketika kau memaksakan untuk mengisi kotak perjalanan kehidupan kita, sedangkan aku sudah tidak mungkin mengurangi batas toleransi dihatiku. ah ketika saat itu terjadi, aku selalu berkata bahwa aku begitu kekanak-kanakan karena sulit menerimamu, dan lalu kau selalu bilang bahwa kamu minta maaf sudah sedemikian egoisnya padaku, dan kemudian ketika itu terjadi kita selalu bisa saling memaafkan satu sama lain dan kembali saling menerima.
women are from venus and men are from mars
malam ini aku berusaha mati-matian menyangkal kalimat itu. tetapi sepertinya itulah yang nyata di hadapan meja kita hari ini: kita berbeda.
tidak semua yang kamu katakan, terdengar seperti ingin kau katakan. bahkan terkadang terlalu sedikit dari yang sesungguhnya ingin kau katakan. apakah menurutmu semua manusia venus dibekali kemampuan membaca gesture dan selalu bisa mengetahui isi hati dibalik kalimat manusia lainnya?
tapi sudahlah, aku mungkin memang masih terlalu kanak-kanak untuk mengerti masalahmu yang seringkali kau sembunyikan. meski bisa jadi ada benarnya bahwa aku akan baru bisa mengerti semua itu nanti, ketika usia menuakanku disisimu.
kemudian aku mendengar jendela kamar kita berderik.
ternyata itu kamu, dan sehelai selimut yang kau bawa untuk melindungiku dari terkaman angin kota jakarta yang seringkali meruntuhkan daya tahan tubuhku. kamu mengalahkan kantukmu, yang entah sesungguhnya lelah atau hanya lelah mendengarkanku, hanya demi duduk disisiku, menyelimutiku dari ketakutan perjalanan kita.
maafkan aku, atas segala ketidakmengertian aku tentang masalah yang bersemayam dibalik ekspresi murung dan diam yg tak pernah kau bicarakan. atas segala kesulitan aku untuk menerima sikapmu yang mungkin memang benar-benar tidak mengerti apa yang manusia venus rasakan.
terima kasih sayang,
atas segala kesediaan untuk selalu menerima,
meski aku sedemikian keras kepalanya...
***
dan pada akhirnya, hikayat cinta memang selalu penuh pemaksaan.
kau mungkin tidak tahu mengapa hatimu menjatuhkan pilihan pada seseorang yang sesungguhnya alpa dari kriteria. tapi hatimu memaksa untuk menerima. dan kemudian pada akhirnya menerima untuk menerima apa adanya..
sebagaimana adanya dia, untukmu.
#bukanedisijatuhcinta
8 Mei 2014
a little hope
28 Jan 2014
perjalanan
suatu hari nanti, ketika langkah langkah kecil ini menemui tempat berpijak yang dirindukannya, bisa jadi ia tak langsung tergerak untuk kemudian berhenti dan menamatkan petualangannya. meski di tempat yang baru, ia menemukan kekasih hatinya, tempatnya bersandar dari letih dan luka luka yang melekat di kaki kecilnya.. entah karena pijakannya mendamaikan perjalannya, atau bisa jadi juga karena kekasih sandarannya menggenggam tangannya erat menuntunnya berjalan santai mengelilingi dunia.
entah,
bisa jadi
12 Jan 2014
K I T A
demikianlah waktu melalui sejumlah kebetulan, mempertemukan dan memisahkan kita melalui sejuta cara yang begitu rahasia. dan entah apakah semua mozaik ini membiarkanmu diam-diam bertahun-bertahun meletakkan doa terbaikmu untukku, atau tidak? aku tidak jelas tahu. tapi apapun jawabannya, aku mungkin akan tetap mengabaikannya. bukan karena di hatiku tidak begitu adanya, tapi aku membiarkan rasa yang ada di hatiku hanya Allah yang tahu. karena aku lebih suka Allah yang mempertemukan setelah aku meminta Allah memisahkan kita, kembali menjadi dua kata terpisah. aku dan kamu. karena bagiku menjaga dan mempertahankan keyakinanku di batas-batas garis yang menyinggung namamu terasa sedikit menggetarkan. sehingga perlu kupeluk erat-erat keyakinan bahwa aku sudah tak perlu lagi merisaukan apakah takdirmu kelak akan beririsan dengan lingkaran takdirku atau tidak. aku ingin menjadi sebaik-baiknya gadis yang berserah kepada Tuhannya.
sesungguhnya, mengubur namamu juga bukan hal yang sepenuhnya aku inginkan, maka izinkanlah semesta untuk kembali membiarkan aku jatuh cinta kepadamu sekali lagi, nanti. ketika surga adalah jalan yang jelas-jelas kau tapaki tanpa ragu. ketika murka dan neraka Allah sedemikian kau takuti. ketika kebijaksanaanmu siap menjadikan aku murid seumur hidupmu. ketika marahmu kau tampakkan hanya saat aku menyimpang dr jalan Allah. namun kesemuanya hanya kau takbirkan dalam senyap, dan kau biarkan aku mengetahuinya dalam kesantunan, untuk sesekali mengaguminya.
tanpa kau tahu
tanpa ku tahu
sesungguhnya mungkin kita sedang mengudarakan sandi yang sama, meski tak saling berada dalam satu siklus komunikasi dimana kau ataupun aku menjadi pengirim dan penerima pesan di saat yang sama
karena kita jelas sekali memilih untuk menari di hati masing-masing
dan dengan ikhlas menerima apapun keadaannya
aku kamu apa adanya kita
5 Nov 2013
the true one
hai sahabat,
sudah seharusnya aku kembali mengulang terima kasih
karena keberadaan kalian, aku tidak perlu susah payah sungguh-sungguh bercermin untuk melihat kejelekan, karena ada yang tidak sungkan memberi tahu, menasehati, dan yang terpenting lantas menemani memperbaikinya.
terima kasih, tetaplah lakukan peran yang sama
karena disini tak pernah tersisip niat mengusik siapapun, sedikitpun
3 Nov 2013
let go.
find a man that would moves a mountain for you, if he needs to.
perempuan sebaiknya jangan memaksakan cinta, lebih baik dicintai. :)
sekarang perbandingan perempuan dan laki-laki itu 9:1
kamu harus bertanding dengan 8 wanita lain untuk 1 pria, dan ketika seorang perempuan finally mendapatkan satu lelaki diantaranya, maka delapan wanita yang lain akan patah hati, untuk kemudian menyiapkan diri bertarung lagi dengan delapan wanita lain lagi. begitu seterusnya.
dan Allah yang turun langsung utk menilai kepantasan kita dengan jodoh kita nantinya. berbuat baik aja terus, karena yang baik akan dipantaskan dengan yang baik.
***
15 Okt 2013
kenapa ainazaika?
aku hanya begitu senang menulis untuk mewakili perasaan yang kusaksikan dan yang kurasakan di hati. karena ainazaika adalah matahatiku. karena aku ingin orang lain tahu bahwa perasaan yang ia simpan di hatinya demikian dalam hingga memenuhi tatapan matanya, suatu saat akan tiba di mata orang lain, dan mungkin singgah di hati orang lain. karena aku mungkin saja suatu hari merasakan hal yang sama (lagi) dan butuh kekuatan yang sama seperti saat aku dengan tegar menuliskannya..
kebanyakan tulisan disini memang gumam hati, kadang bahagia, kadang rindu, dan lebih banyak abu-abunya. tapi aku hanya berharap, semoga suatu saat nanti ketika aku rapuh -bagaikan surat demi surat yang aku tuliskan kemudian suatu saat akan terkirim untukku- tulisanku bisa menjadi sebuah jawaban dan menjadi satu-satunya yang mengerti perasaanku tanpa perlu mendebatnya. tanpa perlu bertanya kenapa aku menuliskannya, tapi setia mendengarkan dan mendiktekan satu persatu kata-kata kekuatan. seperti saat aku dengan tegar menuliskannya..
anyway, terima kasih untuk yang selama ini sudah bersedia mendengar,
kalian istimewa :)
15 Sep 2013
resting time is over,
malam ke-sembilan sejak 6 september 2013 merenungi apa yang sudah seharusnya direnungi sejak lama. ketidaksadaranku kembali dibangunkan. keyakinan tentang sebuah rangkaian yang tersusun salah, tapi terlanjur kuat, dan sudah terlanjur digunakan untuk menopang gemetar kaki ini menjalani lima belas tahun terakhir.
aku sebisa mungkin tidak ingin menjadi Firaun yang menolak kebenaran. aku berusaha menerimanya dengan baik, karena aku yakin Allah ingin aku menjadi lebih baik melalui cara ini. dan mungkin inilah satu-satunya cara tercepat aku kembali padaNya. karena bagiku, Allah selalu senang menjawab doa-doaku yang seringkali bersikap seperti anak kecil yang tidak sabar menanti..
- i was never too young to understand,
pada usia itu, ketika kaki kaki kecil lainnya berlarian mengejar kebahagiaan, kakiku gemetar menahan diri untuk tetap bertahan... meski hanya bisa berdiri di tempat. sebisa mungkin bertahan.
satu hal yang baru aku sadari..
bahwa saat itu, ternyata aku kuat..
buktinya aku bertahan hingga saat ini, meski dengan beragam perasaan yang terendap di dada dan belum bisa hilang sepenuhnya, tapi aku berhasil melaluinya. kenapa? karena aku sanggup. karena Allah sudah tahu bahwa aku pasti sanggup untuk melaluinya.
***
belakangan aku jadi semakin "berat" ya?
Alhamdulillah jadi terasa lebih fokus introspeksi diri sendiri ketika diam. meski saat ini aku sedang berada di titik negatif, tapi terasa sangat senang untuk kembali belajar berjalan. dan yang paling penting adalah perjalanan kali ini insya Allah tanpa beban :)
sayyi bisa ikhlas?
sabar dan ikhlas yaa :)
***
belajarlah dari masa lalu, dan hiduplah untuk masa depan - Albert Einstein
7 Sep 2013
malam
kali ini dengan cara yang lebih dramatis. seseorang datang dengan cambuk titipan Allah, yang kemudian digunakan perlahan, sesuai skenario dan kehendakNya.
aku masih terbaring dalam keyakinan yang salah ketika semesta menundukan egoku untuk mendengarkan semua cerita yang kau senandungkan. semua teguran itu menarik langkah-langkah kecilku kembali ke pelataran madinah. ketika Muhammad, yang sesungguhnya mengharapkan Mekkah sebagai jawabannya, dituntun menemukan pertolongan di Madinah. aku seperti bisa merasakan desir haru-gemetar-letih-lega di dalam dada Muhammad bergantian terasa di dadaku..
sepertinya kesombonganku sudah melampaui batas :""( rasa-rasa angkuh yang tumbuh dan merasa bahwa aku sudah cukup berkembang, aku pantas mendapatkan yang lebih mudah, lebih baik, lebih lebih lebih dan lalu memaksa orang lain menerimanya tanpa penyesuaian.
astaghfirullaah al adziim :_(
ya Allah, mungkin ini saatnya aku kembali bersimpuh dan memperbaiki keyakinan bahwa pertolonganMu melebihi batas-batas definisi dan semua bebalnya aku dalam menerima pengertiannya. melebihi semua kebutuhan dan permintaanku. meski aku mungkin suatu saat akan kembali menangisi bahwa sebagaimanapun Engkau takkan memberi beban yang lebih besar dari dayaku menahannya, aku tetap hanyalah seorang manusia. seorang perempuan.
tapi tetaplah ingat ini: aku selalu ingin kembali :")
"i was too young to understand"
kalo gitu Muhammad juga bakal bilang ke malaikat Jibril: "i was too stupid to read"
---
about this man, i keep question Allah
"mengapa Allah terlalu banyak automatic-tolerration tercipta untuknya?"
tapi bukan Allah kalo jalanNya ngga penuh kejutan kan.
so i think this the answer, isn't it, ya Ghafuur ?
all those random questions and curiousness about him, membawaku menuju sebuah jawaban dari sebuah pesan yang pernah kularungkan padamu puluhan malam yang lalu
bahwa aku ingin kembali :")


.jpg)