Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

25 Des 2012

senandung gerimis

aku mencintaimu bagai rinai hujan yang merebah ke atas tanah. memecahkan diri menjadi partikel yang mungkin sudah tak lagi kau kenali. demi meresap ke dalam sendi-sendi keyakinanmu. dan demi mampu menyuburkanmu, hingga kelak partikel aku yang sedikit demi sedikit menguap dalam molekul doa akan membuatmu mampu berdiri tegar, berkelopak, dan mekar.

aku mencintaimu bagai derai hujan yang meratap di luar jendela kamarmu. meraba kaca-kaca dengan gemetar. hanya untuk memastikan tak ada satupun bagian dari diriku yang masuk dan menyakiti kehangatan yang kau miliki di dalam dirimu. hanya agar kau tetap menjadi dirimu yang seharusnya, tanpa sedikitpun memintamu mengerti.

aku mencintaimu bagai tetes hujan yang menggenggam kata di ujung kertas. melupakan kerutan dingin di jemariku demi menggenggam erat jemarimu agar kau tak memudar dan terjatuh karena derasnya kataku yang mungkin menyakitimu. demi untuk membuatmu tetap ada. meski untuk itu berarti aku harus berlinang pergi.



aku mencintaimu seperti bulir hujan yang menolak untuk egois
aku tak akan memintamu menjadi air sepertiku, hanya untuk berarus bersama. pun tak akan memaksamu menjadi laut untuk menerimaku bermuara.
aku mencintaimu seperti bulit hujan yang menolak untuk egois
sekedar menjadi hujan yang sesekali datang dan menjengukmu, meneduhkan terik untukmu,
rasanya, .. terasa cukup

~
rumah cinta, 18.11.12.17.01

21 Apr 2012

gumam dan dua pesan


....
aku sudah kehabisan kata. bagiku semua ucapan tak baik, tak hormat, tak patut, dan tak tak lainnya memang sudah seharusnya menjadi kalimat terakhirku. bagi dua orang itu.

abi, tetaplah jadi abi yang aku sayang! berbicaralah selalu dengan lembut, aku mau abi selalu terdengar ramah dan penyayang seperti abi abinya orang lain. aku mau abi yang nyetir pas nganter aku wisuda nanti, dan aku wisuda tiga kali loh. aku mau abi lihat aku sukses dan dengan bangga mengenalkan aku pada teman-teman abi. aku mau abi yang memastikan aku akan melangkah bersama pria yang tepat. aku cuma mau abi yang jadi wali nikah aku. aku mau mengabadikan foto abi sama cucu-cucu. aku mau, aku mau, aku mau banyaak sekali hal. dan itu semua sama abi.

dan juga umi, selalu lah menjadi umi yang aku cinta! berkomunikasilah selalu dengan hati, aku mau umi selalu nyaman dan menjadi seperti umi umi lain diluar sana yang hidup sangat bahagia. aku mau umi yang pertama kali bilang aku cantik dan genggam tanganku saat aku wisuda. aku mau umi lihat aku sukses dan menunjukkan ke umi bahwa pendidikan dan kasih sayang umi ngga pernah sia-sia. aku mau umi tahu persis bahwa pria yang kelak akan bersamaku, adalah pria baik, dan seluar biasa abi. aku cuma mau umi yang pertama peluk aku saat aku menikah. aku mau umi menyaksikan aku hidup bahagia. aku mau, aku mau, aku mau lebih banyaaaaaaaaaaaaaak.....

ah kalian ini.
selalu berhasil
mengalirkan cinta
melalui mata


Allah pasti akan selalu melindungi mukminin seperti kalian :') semoga, insya Allah..
your youngest daughter, Sayyidah Fithrie Umami Syuhada
aina for zaika

1 Apr 2012

hilang


malam ini, aku adalah serumpun bunga layu
aku merebah lelah
terlalu lama menopang teguh
aku membalik wajah
terlalu pahit menahan jerit

malam ini, aku adalah serumpun bunga layu
tanpa warna, tanpa pesona

malam ini, aku adalah serumpun bunga layu
karena tanpa-nya, aku hanyalah serumpun bunga layu


17 Sep 2011

hening

aku terhenti di tengah perjalanan
menjatuhkan koper dan segala kenang kenangan
aku lelah
aku hilang arah

seseorang akan menjemput dan mengantarku ke tujuan
aku menatap dan mengawasi setiap yang melintas
lalu memandangi bahwa perbekalanku hilang berceceran
berkemas
mengangkat kaki dan melanjutkan perjalanan yang tersisa
mengais ngais serpihan memenuhi perbekalan
aku menangis
aku ketakutan

malaikat maut sedang di perjalanan




dan itu sekarang

ada kalanya dimana aku akan lebih merindukan dingin malam
yang menyeruput sendi dan kekuatan.

berharap hembus anginnya menghapus asap asap yang memerangkap.

berharap minim derajatnya membekukan butir butir air mata siap saji.

berharap hitam pekatnya memudarkan bayang bayang kebahagiaan sementara.





ada kalanya dimana aku akan lebih merindukan dingin malam
daripada halusinasi wajahmu yang tersenyum.

6 Sep 2011

karena aku sudah lelah menduga

aku ingin sembunyi di hamparan awan
aku ingin terbenam di akar rerumputan
aku ingin tenggelam di balik bayang bayang

apa saja,
aku ingin.
agar bisa kudengar bisik terhalus hatimu bersuara

31 Agu 2011

let's move newborn !

 
-- as an active baby
i shadaqah, infaq, and help the needy rarely
i waste almost my times with unprecious things
i am lazy to seek knowledge, whereas knowledge is my vehicle to jannah
i turn to lose my patience and forget my God oftenly

-- as a sleeping baby
i close my eyes, my ears, and my nose from unlawful things that shouldn't enter into it
i stop my ears from hearing lies, gossip, false statement, etc
i keep my hands and feet off from doing bad and haraam things
i cover my body with a blanket to guard me from syaithon's hand
i let my heart be clean, pure, and positive all along


-- in the silence, i pray to Allah

ya Allah, teach me to love others just like I love myself.
Teach me to judge myself just like I judge others.
And if I have wronged anyone, give me the courage to apologize,
and if anyone wronged me, give me the courage to forgive
because You have taught me that forgiveness is the highest level of strength
and revenge is the highest level of weakness.
And I ask You not to forget me in Your forgiveness... amiin


ah, a month passed !
time to wake up already comes.
i feel reborn and oh Alhamdulillah i breath
next time i'd get tired of life and feel sleepy,
but i can't be sure if i will open my eyes again or not

this is my second chances
and may be my last chance
bismillah move !

29 Agu 2011

lalu Kau dengar jalan hidupku bersenandung







hanya warna warna meneduhkan, di atas bukit bukit hijau dengan taburan tulip merah muda yang menari di kaki dan biru langit yang menaungi. ah disinikah tanah yang dicintai ?






di atas meja seikat mawar putih basah oleh bisikan hujan, tanda cinta, kata seorang florist di toko bernuansa italia. entah sudah ikat ke berapa kali ini. dindingku sudah penuh ratusan bunga bunga. lagi lagi aku tahu pasti dari siapa bunga tanpa nama itu. dan lagi lagi pengantarnya membuaiku harum oleh aroma lembut kasturi.



tiba tiba aku teringat masa lalu
aku sering kali terpeleset pada kakiku sendiri di jalanku sendiri. garis garis rumit pada tanganku menopang menggenggam  tanah. menambah satu persatu goresan lagi. kemudian Kau selalu mengetuk buku kesayanganku itu. maksudnya mungkin mengingatkan aku untuk berdiri. untuk kembali. dan aku tergiring kembali tertunduk dalam linang linang buaian kitab cintaMu

jam dinding, gemintang, malam, kibaran kain putih, langkah kaki shubuh, penantian penuh ikhlas, keteduhan hati, bisikan dzikir, lantunan air mata, dan banyak nyanyian cinta dari dan untukMu sungguh...... memahat kenangan ! ini sungguh negeri yang membuat para perantau selalu ingin pulang

dengarlah para pengabdi masjid yang bersenandung: "akhirnya aku tidak hanya sendiri bertemankan malam" ah indah.

tiba tiba aku teringat masa lalu
aku sering berkata garis tanganku sudah terlalu rumit, aku lalu menghibur diri sendiri, memandangi semburat langit pagi, meresapi titik hujan, menikmati sentuhan rumput, menghirup gambar bunga bunga dan lautan.

tapi negeri ini, kali ini, serius melepaskan aku dari masa lalu. menyisir dengan perlahan kusut kusut pandangan. memijat dengan nyaman emosi emosi. mengelus dengan lembut titik titik luka disini, di hati ini.

: lalu aku kembali ke masa sesungguhnya

benar, jalan hidup takan pernah lurus, kerikil kaca bertaburan, badai angin bertiupan, ombak murka berhantaman, langit tak selamanya penuh cahaya, dan warna bisa saja pudar. tak akan ada kepastian, kecuali kepastian-Nya.

tapi percik perjalanan itu masih indah bersemi di hati, sejuknya, tenangnya, ringannya. tak terganti. dari jendela, aku mengagumi keindahan sebuah negeri di kejauhan, aku mulai tahu pasti kemana harus berjalan
jalan masih panjang,


Rumah, 29 Ramadhan 1432 H

28 Agu 2011

gemintang

halo malam...
puisi puisi kerinduan ini tercipta karenamu
marilah berjamaah denganku
dan kita safari ke langit
kita senandungkan tasbih
kita bersandar dalam sujud
dalam keheningan
dalam kilauan bintang kelap kelip


23 Agu 2011

aku dan detik

dibawah persegi empat jati, lima belas tahun lalu
kenyataan itu mengalir di sudut mataku
lalu aku seketika merasa
bahwa saat itu kita menangis bersama

aku hanya sedang berkelana dan menemukannya
kau berbisik
aku seakan terlempar ke jalan berkerikil
kemudian tergerus badai pasir dan berguling
lalu aku seketika merasa
bahwa saat itu kita terikat selamanya

lima belas tahun lalu
dari bawah persegi empat jati
kita bicarakan hidupku dengan perasaan kelam
dan hati yang menghitam

kini, lima belas tahun kemudian
kuseru engkau dari kota seberang

duduklah dan mari kita ceritakan kembali
kita urai jerat jerat itu


agar mulai sekarang semua detik berganti
agar jangan ada lagi yang menetap


14 Agu 2011

lay ang



tibatiba aku jadi layanglayang
terombang ambing
ditarik ulur masa lalu


tibatiba aku jadi layanglayang
gemetar bertahan
dihembus hempas badai kehidupan


layanglayang
tipis, rapuh, di perdaya Sang Pengendali

10 Agu 2011

lepaskanlah

andai bisa aku mengulang detik itu
takkan ku izinkan waktu mengaitkanmu
ditanganku
agar tak sulit kau kuasai ragu
saat jalan menghapus titiktitik namaku
daribenakmu



tapi sungguh siasia berdebat dengan waktu
toh pintaku hanya satu




lepaskanlah, 09 08 2011. 10.36
aku

8 Agu 2011

Maha daya cinta

demi matahari dan sinarnya di pagi hari,
aku bersyukur menemukan cintaku pada usia muda
yang menggenggam tangan dan hatiku menuju jalanMu
yang membuatku jatuh hati dan candu akan keajaibanMu
yang menggenangkan rindu untuk bertemu. bertemu denganMu !



nanti jika mungkin aku tak mampu lagi menatap matahari
dengan izinMu, aku akan semakin bersyukur karena sejak muda
aku jatuh bangun pertahankan jiwa untuk mencintaiMu
sedang Kau tanpa ragu memenuhi pundi cintaMu untukku



bersama matahari
aku mengulang syukurku lagi dan lagi dan lagi
untuk masa muda yang menyempatkanku mencintaiMu
untuk sehat yang melekat hingga sempat bersujud padaMu
untuk rezeki yang memudahkan hingga sempat mencaritahuMu
untuk lapang yang melegakan hati hingga tersedia tempat untukMu
dan
untuk jiwa yang tetap hidup hingga sempat mengenalMu sebelum nanti tercabut tiba tiba


7 Agu 2011

pantomim

aku
aktingkujuarasatu
karenaakutakterlihatterluka
nyanyiankujuarasatu
karenaakutakterdengarrisau
akujuarasatu
karenaaku...

bertahan.

one last cry

aku menghanyutkan diri
pada telaga hitam
mengepak tangan sekuatkuat
membuka kelopak mata selebarlebar
berusaha menyerah dan melarikan diri
tapi bersabar, semoga ini jadi yang terakhir.

kusalin isi prasasti luka masa lalu pada lembaran kertaskertas
sesudahnya kugosok kuatkuat batubatu beku itu
kuharap sirna. sirna.
secepatnya


aku menghanyutkan diri dalam namaMu
membaca sekali lagi lukaluka masa lalu itu,
lalu menggaung mengikhlaskannya
ini yang terakhir kali.
insya Allah

2 Agu 2011

penantian

demi matahari dan cahayanya di pagi hari

pada awal september pada pertengahan dari perjalanan panjang
aku nyanyikan sebuah mimpi
bagi ratusan beban yang bersandar di sebuah bahu
menyampaikan berita untuk mereka bahwa akan datang
suatu masa dimana mereka harus berlarian
bergilir, mencari bahu baru


demi bulan apabila mengiringinya


pada pertanyaan dalam setiap sendisendi tulang kaki
aku senandungkan sebuah jawaban
tentang sebuah keyakinan tak terbantahkan
bagi setiap ketakutan akan masa depan
bagi setiap keletihan akan jerat hidup


demi jiwa dan Yang Menjadikannya Sempurna


aku memulai percakapan dengan diri sendiri
sambil sesekali menghembuskan beberapa beban
yang membelenggu paruparu dan yang menjalar mengakar
aku mengizinkan mereka mengalir bersama peluh
atau terbang bersama lenguh


karena sudah saatnya aku menunggu saat
dimana Yang Maha Sempurna mengindahkan jalanjalanku
dan menunjukkan padaku jalanjalanNya


aku, sebuah seruling bambu dari desa
yang tidak tahu apaapa


31 Jul 2011

percaya

setelah berjanji akan kembali,
hujan terjun meninggalkanku
menghapus bekas jejak dan
memanjakan rindu

aku menatap dari ketinggian
memandangi alir
mengintip
hanya mengintip
apakah dia akan menuju laut
dan berusaha kembali

28 Jul 2011

kucoba

kunyanyikan namaMu saat gerimis
jatuh di pelupuk mataku senja kala
ketika lampu jalan yang
menghiasi hidupku
dipadamkan

kugenggam janjiMu lebih erat
dari genggaman pada empat balon tersisa
ketika bulatan titik titik hujan merebah
dikepalaku yang merebahkan diri
pada sajadah usang

kudekap ayatMu dalam hayat
yang mengisi kisi kisi kosong
menggenapi rongga
kekuatan hidup

kulempar ragu sejauh jauhnya
bersimpuh
menadah telapak
menundukkan kening


21 Jul 2011

katakanlah terus terang

kala itu malam sudah diperjalanan, tulisku kepada angin mungkin salah alamat,
aku melihat bingkai kata tak bersuara berlari dari pintu bibirmu,
tak tau kemana mesti ku pertanyakan apakah kepada batu atau kepada butiran air mata bintang laut.
dari warna wajahmu, sepertinya kau menyesal pernah mengajak mimpiku menari di atas langit
hem
siapa yang tahu kalau kau salah paham ?
karena sesungguhnya mimpi masalalu itu hanya bunga tidurku, karena aku bahkan sudah terbangun dan berdiri tegar melawan abrasi

tak terasa bola bola pasir menyelinap ke sela sela jari kaki, aku ingin terus berjalan, aku harus, tapi terlintas hasrat untuk menjatuhkan raga dan membiarkan pipi juga merasakan asinnya, aku hanya butuh merebah menunggu jawaban
apa yang sesungguhnya ingin kau katakan ?


terlalu

aku tak bisa melulu seperti ini
tersipu atas puji yang bahkan bayangku sendiri tidak bisa merefleksi
malah sempat memerah dan sumringah
lah
padahal semua ini hanya titipan